Showing posts with label puisi sendiri. Show all posts
Showing posts with label puisi sendiri. Show all posts

Sunday, 9 December 2018

"Merindu"

Rindu,,,
Sebuah kata yang merubah masa lalu,
Mengingat kenangan yang sudah lalu,
Dan tak kan pernah ku lupakan selalu,
Maka biarkanlah aku untuk merindu,
Merindu pada canda tawa yang ku ingat dalam benakku,
Merindu pada hangatnya kebersamaan yang tlah berlalu,
Merindu pada tangis haru yang ku ingat kala itu,
Sedikit ku menghela nafas sambil mengingat masa itu,
Dan memahami bahwa matahari akan terbit dan berlalu,
Begitupun kita yang bertemu dan berpisah hanya karena waktu,
Namun ku tak menyesal kala itu,
Meninggalkan semua kenangan indah yang tlah berlalu,
Karena ku tau bahwa hati ini masih merindu,
Pada matahari yang tlah berlalu,

"Ayah"

Ayah..
Aku ingin bercerita kepadamu,
Sedikit perjalanan di duniaku,
Sebentar saja ayah aku mohon padamu,
Sampai ku bisa tertawa bersamamu,
Sampai ku bisa menangis di depanmu,
Sampai kau mengerti tentang perjalananku,
Ayah..
Terimakasih untukmu,
Senantiasa mengantarku ke sekolah kecil dulu,
Senantiasa sabar dalam menanggapi permintaanku kecil dulu,
Sekarang anakmu sudah besar jadi ayah tak perlu khawatirkan aku,
Tak perlu cemas dalam perjalanan hidup ku,
Bukan aku tak mau diperhatikan olehmu,
Hanya saja aku takut rindu ini membuatku tak dapat membahagiakanmu,

"Teman"


Teman,,
Mungkin nanti aku akan rindu,
Rindu pada obrolah tak terarah masa lalu,
Rindu pada malam yg sunyi dengan alunan gitar lusuh,
Rindu pada canda tawa yang sering kita lakukan,
Rindu pada secangkir kopi yg menemani malam,
Teman,,
Mungkin malam nanti kopi ku akan dingin dan utuh,
Karena ku baru sadar, 
Kau tak ada disana untuk kembali menikmati malam,
Meskipun harus kutunggu sampai pagi datang,
Hanya untuk bercerita tentang masa lalu yang tak akan pernah terlupakan..
Teman...


"Jerit dalam Beku"


Hari ini ku melihatnya,
Tak ku kenal dia membeku,
Terlipat kain putih tak mau ku sebutkan,
Terus ku pandang namun ku hiraukan,
Hanya saja,,
Ku mendapat pertanyaan,
Seberapa siapkah ku untuk berada di tempat itu,
Dingin atau hangat,
Gelap kah atau terang,
Senang kah atau sedih,
Karena ku sadar ku tak dapat mendengar jeritannya,


Friday, 14 July 2017

"Serpihan Bingkai Sejarah"
oleh : Noval As Shidiqi

Sebuah bingkai tengah terjatuh
Dengan sejarah yang terkait di setiap ujungnya
Dengan perjalanan panjang bingkai itu akan terjatuh
Terdapat gambar yang tak jelas dan tak beraturan
Membuatku penasaran saja

Entah mengapa begitu lama bingkai itu terjatuh
Saking lamanya membuatku bisa menulis sejarah di secarik kertas
Perlahan namun pasti
Bingkai itu akan sampai ke tanah merah yang menjadi akhir dari landasannya
Hanya tangis  yang mengiringi jatuhnya bingkai fotonya

Tak ada tawa dalam detiknya
Tak ada senyum dalam harunya
Tak ada rasa cemas dalam perjalannya

Dan pada akhirnya
Bingkai itu jatuh dan terpecah
Yang meninggalkan serpihan duri perjalanan yang panjang

Saturday, 8 July 2017

"Sinar Bintang Malam"
Oleh : Noval Asshidiqi

Teringat satu kisah
Dimana aku tengah menunggu
Menunggu datangnya bintang ditengah malam
Ku termenung tanpa sebab
Mungkin ku terbuai melihat indahnya awan malam
Sebelum adanya bintang-bintang yang bersinar

Nampak awan itu berwarna putih yang berselimut cahaya rembulan
Tersenyum namun hanya sesaat
Lalu ku kembali termenung menunggu datangnya bintang
Berharap mengabulkan permintaan dedaunan malam
Sudah lama ku menunggu
Hingga ku tertunduk menahan tangis
Kemudian bintang itu mulai bermunculan
Hingga ku kembali tersenyum dan berkata
"Tetaplah di atas sana agar kudapat melihat keindahaanmu walau dari jauh"
Dan tak lama bintang-bintang itu mulai redup
Menjauh.... teruuus menjauh kulihat
Dan kemudian menghilang tanpa sebab
Yang membuatku merasa bodoh
Dan tak berdaya untuk melihat indahnya sinar bintang

Thursday, 22 June 2017

"Pikiran Yang Telanjang"
oleh : Noval As Shidiqi

Seseorang datang dengan tubuh telanjang pikiran
Entah apa yang ia inginkan
Ternyata ia tengah mencari jalan
Yang sebenarnya jalan itu ada di depan
Sayang pikirannya telanjang tanpa tertutup oleh iman
Dia terlalu takut untuk melangkah ke depan
Terlalu terlena oleh kehidupan
Waktu yang ia gunakan itu terabaikan

Terlalu sibuk dengan tugas yang ia kerjakan
Terlalu sibuk denga pacar yang ia prioritaskan
Terlalu sibuk dengan apa yang ia banggakan
Hingga gelap matanya memandang kebenaran
Ingatlah wahai temanku!!! kita ini hanya sedang dihidupkan
Lalu akan dimatikan dengan tanggung yang dipikul dalam kehidupan
"Anak Tertindas dalam Negeri"
oleh : Noval As Shidiqi

Terlihat anak yang merindukkan orang tuanya
Tengah mencari orang tua yang sesungguhnya
Sudah lelah ternyata anak itu mencarinya
Terkadang dia menemukan beberapa orang tuanya
Yang merasa ingin mengasuh dan mendidiknya
Namun apa yang terjadi???
Anak itu selalu dimanfaatkan kepada hal yang jauh dari harapannya
Dimanfaatkan untuk dijual ke orang asing yan gtak dikenalnya
Terasa asing anak itu di rumahnya sendiri

"Menjadi pribumi atau budak dalam negeri", pikir dirinya ini
Mungkin kedua itu sama saja pada saat ini
Teringat saat anak itu lahir dari perjuangan pemuda bangsa
Membuatnya dibanggakan pada zamannya
Anak itu bernama INDONESIA

Wednesday, 17 May 2017

Awal Hidup

Noval As Shidiqi


Di pagi hari
Semua hidup dimulai
Dengan label hamba terpampang didiri ini
Menjalani hari dengan niat hanya untuk Ibadah kepada Illahi
Sampai menjelang siang ku tak sadar diri
Zaman telah menggerus hati yang suci ini
Tangan mungil ku yang dulu kini hanya dipakai untuk menyakiti
Hanya menjadi beban disana-sini
Dengan alasan hanya untuk mencari jati diri

Wednesday, 18 January 2017

Puisi



Senandung Hati
Oleh : Noval As Shidiqi 


Hati yang bersenandung
Membawa kisah di masa lalu
Semua nada bersatu membentuk sebuah irama kehidupan
Disaat marah, nada itu naik
Disaat sedih, nada itu rendah
Disaat senang, nada itu tenang dan seimbang
Entah, nada apa yang dimainkan oleh hati seseorang
Orang bimbang tidak mempunyai nada dalam hidupnya
Ia ibarat air didalam botol, selalu diam
Seseorang harus menjadi air di sungai yang tenang
Tenang sifatnya tapi terus bergerak mengalir
Keikhlasan adalah kunci hati yang seimbang
Dirinyalah yang bisa membuat ikhlas
Dan dirinya pula yang bisa lupa akan kata ikhlas
 

Friday, 6 January 2017

Kuasa Merubah Semua

Masyarakat semakin terpuruk
Tatanan kehidupan di negeri ini sudah bubruk
Sampai ku tertawa dalam keadaan yang buruk
Menjadi boneka adalah pilihan untuk takluk
Yaah... itu adalah lakon yang dirindukan oleh sejarah
Para petinggi yang haus akan darah
Darah dari masyarakat yang lemah
Dan akan membunuh secara tertanggah
Hingga tak peduli arti penting dari sang lemah yang tengah resah
Pemuda bergerak dengan kata
Petinggi membalas dengan senjata
Senjata halus yang tak terlihat oleh mata
Yang membuat kata menjadi mati dalam buta
Senjata itu berupa kekuasaan
Yang membuat awan terlihat putih dan terkadang hitam
hak membela si benar telah usang
menjadi lagu lama bagi sang bintang
hanya tawa riang yang dapat di salurkan kepada orang-orang
yang berakhir pada hitamnya awan kekuasaan yang mengawang

Thursday, 13 October 2016

Rasa Malu 

Malu...
Sungguh ku malu akan hal itu
Hal yang membuatku lupa akan waktu
Dan membuatku terbelenggu
Dalam pikiran sadarku
Malu...
Sungguh ku malu akan hal itu
Hal yang membuatku buta untuk merasakan sesuatu
Hal yang dapat menghancurkan sisi lain dari diriku
Dan membekukan sisi gerakku
Walaupun itu hanya sekejap dalam benakku
Malu...
Teramat malu untuk aku ketahui akan hal itu
Hal yang mebuatku jatuh dalam nuansa kehampaanku
Dan akan mematahkan kedua kakiku
Bila ku tak bisa bangkit menggunakan tanganku
Dan akhirnya pahitku menjadi kebiasaanku
Dalam melihat bayang-bayang semuku

Tuesday, 11 October 2016

USAHA AKAN PERJUANGAN

 Berlayarlah kamu seakan kamu akan tenggelam 
Berusahalah kamu seakan kamu akan jatuh 
Berjuanglah kamu seakan kamu kan kalah 
Cepatlah berlari seakan kakamu tak bisa berlari
Kibarkan bendera di dalam hatimu
Kukuhkan lambang yang menunjukkan jati dirimu
Dan lekatkan dihidupmu
Agar menjadi tombak dalam menghadapi masalahmu

Friday, 9 September 2016

JIWA YANG TERSELIMUTI

jiwa yang hidup
jiwa yang bercahaya
jiwa yang menarik sebuah asa
di kala gelap menutupi jiwa ini
rasa hampa mulai berkata di dalam jiwa
dan membuat arah tujuan yang fana
pikiran terbelenggu dan membuat hati ini bertindak sesukanya
arah ku
tujuan ku
masih menjadi misteri dalam benak ku
jiwa ini menggrogoti suatu hasrat yaitu
kasih sayang
kepedulian
dan rasa percaya
semua yang ku dengar dan ku rasakan menjadi samar tak beraturan
entah mengapa ada sebuah cahaya yang redup dan terkadang hidup
ku tutup mataku hanya kegelapan hati yang dapat dirasa
hanya ada sebuah cahaya yang diselimuti dengan kain hitam kurasa
lalu kubuka mata ku dan hanya terdapat cahaya yang membodohi terasa

Sunday, 4 September 2016

IILMU dan KEBIJAKAN

kudengar sebuah cerita..
dari dulu kala, hingga sekarang adanya..
apa yang terjadi pada mereka..
adalah sebuah kesalahan yang berkala..
dari yang kecil, kemudian tumbuh menjadi penguasa..
yang takut akan sebuah rasa..
sesuatu yang meretakkan..
sesuatu yang memusnahkan..
dan sesuatu yang menghancurkan..
bagaimana itu bisa terjadi?
tanyakan pada nurani penggerak hatimu..
apakah sudah benar kau arahkan?
dengan seluruh usahamu..
kudengar sebuah cerita..
dari dulu kala, hingga sekarang adanya..
bahwa pengalaman sama berharganya seperti ilmu..
sebuah ilmu yang baik...
sebuah ilmu yang bermanfaat untuk orang lain..
dan bukan untuk menjatuhkan sebuah pendirian..
membuat semua menjadi tidak beraturan..

Saturday, 30 July 2016

PUISI SYUKURKU, TUHANKU

Secercah kertas ku tuangkan segalanya
Rasa sedih
Rasa marah
Rasa senang
Semua ku ukir tanpa ragu - ragu
Pikiran, raga, teringat pada-Mu
Wahai sang pencipta alam semesta
Beginikah caramu memberi senang di atas sedih
Memberi akal di atas rasa
Banyak hal yang tersembunyi dari segala maksud
Setiap hari ku buka telapak tangan ini untuk-Mu slalu
Ku pinta dari-Mu bukan maksud menyuruh
Setiap air mata akan terus mengukir telapak tangan ini
Dan hanya Engkau tempatku bersedih
Aku slalu bersyukur telah diciptakan oleh-Mu sebagai manusia
Hanya syukur yang bisa ku ucapkan atas keagungan-Mu
Yaaa Tuhanku

Friday, 29 July 2016

PUISI ALAM

Alam ini indah
Bila manusia tau akan tempatnya
Begitu banyak keindahan alam ini
Hingga terbuai ku melihatnya
Alam ini indah
Bila tidak ada manusia yang bertangan busuk
Yang memaksa alam untuk berbuat
Dan alam ini telah rusak
Begitu rusak sampai mata ini seperti tertusuk oleh duri yang tajam
Dan hanya bisa terdiam
Andaikan alam berbicara 
"Kalian manusia biadab
Begitu mudah kalian hancurkan alam ini
Apa kami berbuat salah?
Apa kami berbuat rusak?
Wahai manusia yang angkuh
Aku adalah makhluk yang diam
Makhluk yang ingin memberikan nafas kehidupan
Dan yang telah kalian sia - siakan
Ingatlah wahai manusia
Kalian ada karena alam ini ada